Dua mahasiswa Universitas Brawijaya, Rhezaldian Eka Darmawan dan Surya Diki Andrianto, moncer di ajang The 7th International Engineering Invention & Innovation Exhibition 2016 (i-ENVEX 2016).
Mereka meraih juara kedua di ajang yang berlangsung di University Malaysia Perlis (UniMAP) pada 8 sampai 10 April 2016 lalu. Sedangkan juara pertama dari Rumania dan ketiga adalah Universitas Sains Malaysia.
Dua mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya itu berjaya di Malaysia berkat pengawet makanan dari ampas tebu.
Namanya, Bagasse Edible Coating yang bisa dipakai untuk sayuran, buah, dan daging. "Sifatnya hanya melapisi agar tidak terjadi oksidasi dan produk tahan lama," jelas Rhezadian.
Produknya telah diujicobakan pada buah apel. Hasilnya apel utuh dengan kulit bisa bertahan hingga 75 hari. Namun jika kulitnya dikupas, bisa tahan hingga 5 hari.
Menurut mahasiswa yang kerap ikut lomba ini, bahannya aman karena terbuat dari bahan food grade. Sehingga bisa langsung dimakan tanpa harus dicuci.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Dua Mahasiswa Brawijaya Berjaya di Malaysia Berkat dari Ampas Tebu"
Post a Comment